Hari pertama sekolah bukan sekadar awal kalender pendidikan. Hari itu adalah momen yang akan dikenang oleh setiap anak sepanjang hidupnya. Senyum, pelukan, genggaman tangan, dan kehadiran orang tua, terutama ayah, memberikan rasa aman sekaligus membangun kepercayaan diri anak saat memasuki lingkungan belajar.
Pemerintah Kabupaten Sikka di bawah kepemimpinan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, S.H., memiliki perhatian yang serius terhadap pembangunan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Perhatian tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap berbagai program yang memperkuat ketahanan keluarga, perlindungan anak, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembentukan karakter generasi muda sejak usia dini. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah diterbitkannya Surat Edaran tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada tumbuh kembang anak dan penguatan peran keluarga.
Gerakan ini bukan sekadar kegiatan simbolis atau seremonial. Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah merupakan bagian dari upaya membangun budaya pengasuhan yang lebih baik, mempererat hubungan emosional antara ayah dan anak, serta meningkatkan keterlibatan ayah dalam proses pendidikan. Pemerintah Kabupaten Sikka meyakini bahwa investasi terbaik bagi masa depan daerah adalah investasi pada kualitas keluarga.
Selama ini, masyarakat sering memandang bahwa urusan mengantar anak ke sekolah adalah tugas ibu. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kehadiran ayah dalam kehidupan anak memberikan dampak yang sangat besar terhadap perkembangan karakter, prestasi belajar, kesehatan mental, disiplin, dan rasa percaya diri anak.
Ketika seorang ayah meluangkan waktu mengantar anak ke sekolah, sesungguhnya ia sedang menyampaikan pesan yang sangat kuat: "Ayah hadir, Ayah peduli, dan pendidikanmu adalah prioritas keluarga." Pesan sederhana inilah yang akan menjadi bekal emosional anak dalam menjalani proses belajar.
Sebagai orang tua siswa, saya memandang bahwa budaya literasi sesungguhnya dimulai dari keluarga. Rumah adalah perpustakaan pertama, sedangkan orang tua merupakan guru pertama bagi setiap anak. Kehadiran ayah di hari pertama sekolah menjadi pintu masuk untuk membangun kebiasaan mendampingi anak membaca, berdiskusi, belajar, dan mencintai ilmu pengetahuan.
Gerakan ini juga sejalan dengan berbagai program literasi yang sedang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Sikka, seperti Gerakan 30 Menit Membaca, Wisata Literasi dan Sains, Gerakan Antar Buku, serta penguatan layanan Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda. Semua program tersebut akan lebih berhasil apabila keluarga menjadi mitra utama dalam membangun budaya belajar.
Bagi para ayah yang bertugas sebagai ASN, TNI, Polri, pegawai BUMN, pegawai swasta, petani, nelayan, pedagang, sopir, maupun pekerja lainnya, mari luangkan waktu beberapa menit untuk mengantar anak pada hari pertama sekolah. Waktu yang singkat itu akan menjadi kenangan yang panjang dalam kehidupan mereka.
Kehadiran ayah bukan diukur dari lamanya bersama anak, tetapi dari kualitas perhatian dan kasih sayang yang diberikan. Anak-anak yang merasakan dukungan kedua orang tuanya cenderung memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi, lebih disiplin, serta mampu membangun hubungan sosial yang lebih baik.
Saya juga mengajak seluruh kepala sekolah, guru, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Sikka untuk mendukung Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah sebagai gerakan bersama. Mari kita ciptakan lingkungan sekolah yang ramah keluarga, penuh kehangatan, dan menjadi tempat yang menyenangkan bagi setiap anak.
Gerakan ini bukan hanya tentang mengantar anak ke gerbang sekolah. Lebih dari itu, gerakan ini mengantar anak menuju masa depan yang lebih baik. Sebab, pendidikan yang kuat selalu berawal dari keluarga yang kuat.
Mari kita jadikan momentum ini sebagai budaya positif yang terus hidup di tengah masyarakat. Semoga semakin banyak ayah yang hadir, semakin banyak anak yang tumbuh dengan penuh kasih sayang, dan semakin kuat keluarga-keluarga di Kabupaten Sikka.
Bersama kita wujudkan generasi yang cerdas, berkarakter, gemar membaca, dan siap membangun masa depan.
Dari keluarga yang kuat lahir anak-anak hebat. Dari anak-anak hebat lahir Kabupaten Sikka yang semakin maju, berdaya saing, dan bermartabat.
Mari sukseskan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah. Demi anak-anak kita, demi keluarga kita, dan demi Nian Tana Sikka Maumere Manise.