Oleh: Very Awales *)
Hari ini, Minggu 17 Mei 2026, keluarga besar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka memperingati Hari Ulang Tahun Perpustakaan ke-54. Momentum ini terasa sangat bermakna karena hadir dalam suasana Minggu Paskah VII bagi umat Katolik, bertepatan dengan Hari Komunikasi Sedunia, sekaligus berada dalam Bulan Pendidikan dan Bulan Bahasa.
Ini bukan sekadar kebetulan kalender. Ini adalah pesan zaman. Bahwa masa depan manusia hanya dapat dibangun melalui iman, pendidikan, komunikasi yang sehat, dan budaya literasi yang kuat.
Di tengah dunia yang semakin gaduh oleh informasi, manusia justru sedang mengalami krisis perhatian, krisis kedalaman berpikir, dan krisis kebijaksanaan. Banyak orang cepat berbicara, tetapi lambat memahami. Cepat membagikan informasi, tetapi jarang memeriksa kebenaran. Teknologi berkembang sangat cepat, tetapi karakter dan budaya membaca sering tertinggal jauh di belakang.
Karena itu perpustakaan hari ini memiliki tugas yang jauh lebih besar daripada sekadar tempat meminjam buku. Perpustakaan harus menjadi ruang peradaban. Tempat masyarakat belajar berpikir jernih, membaca dengan hati, dan memahami dunia dengan lebih bijaksana.
Dalam terang Paskah, kita percaya bahwa harapan selalu lahir dari terang. Dan salah satu terang terbesar dalam kehidupan manusia adalah pengetahuan. Anak-anak yang rajin membaca akan memiliki keberanian untuk bermimpi. Kaum muda yang dekat dengan ilmu pengetahuan akan lebih siap menghadapi masa depan. Masyarakat yang memiliki budaya literasi akan lebih sulit dipecah oleh kebencian dan hoaks.
Hari Komunikasi Sedunia juga mengingatkan kita bahwa komunikasi bukan hanya soal cepatnya informasi, tetapi soal kualitas pesan yang disampaikan. Media sosial dapat menjadi alat pemersatu, tetapi juga dapat menjadi sumber luka jika dipenuhi fitnah, amarah, dan kebohongan. Karena itu literasi digital menjadi kebutuhan mendesak. Masyarakat harus dibimbing agar mampu memilah informasi, menghargai perbedaan, dan menggunakan teknologi untuk mencerdaskan kehidupan bersama.
Bulan Pendidikan dan Bulan Bahasa mempertegas bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas pikiran masyarakatnya. Jalan raya bisa dibangun dalam beberapa tahun, tetapi membangun budaya membaca membutuhkan kesabaran lintas generasi. Gedung dapat berdiri megah, tetapi tanpa literasi manusia akan kehilangan arah dalam menggunakan kemajuan itu sendiri.
Kabupaten Sikka memiliki kekayaan budaya dan warisan intelektual yang luar biasa. Cerita rakyat, bahasa daerah, tradisi lisan, naskah, arsip, dan nilai-nilai budaya adalah identitas yang harus dijaga. Jika tidak dirawat, generasi mendatang mungkin hanya mengenal kemajuan teknologi tetapi kehilangan akar budayanya sendiri. Di sinilah perpustakaan dan arsip menjadi penjaga ingatan masyarakat.
Pada usia ke-54 ini, perpustakaan harus semakin hadir di tengah rakyat. Tidak boleh eksklusif. Tidak boleh terasa jauh. Perpustakaan harus hidup di sekolah, di desa, di taman baca, di komunitas, bahkan hadir melalui ruang digital yang mudah diakses masyarakat. Literasi tidak boleh menjadi milik kelompok tertentu, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh warga Sikka.
Kita membutuhkan generasi yang bukan hanya pandai menggunakan telepon genggam, tetapi juga pandai menggunakan akal sehat. Generasi yang bukan hanya cepat mengetik komentar, tetapi juga mampu menulis gagasan. Generasi yang bukan hanya aktif di media sosial, tetapi juga aktif membaca, berpikir, dan berkarya.
Sebab sesungguhnya, bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang kaya sumber daya alam, tetapi bangsa yang rakyatnya mencintai ilmu pengetahuan. Dan daerah yang maju bukan hanya daerah dengan gedung yang megah, tetapi daerah yang masyarakatnya gemar membaca dan menghargai pendidikan.
Selamat Hari Ulang Tahun Perpustakaan ke-54.
Semoga perpustakaan terus menjadi cahaya pengetahuan, rumah kebudayaan, dan ruang harapan bagi masyarakat Kabupaten Sikka.
Karena dari perpustakaan yang hidup, lahir masyarakat yang cerdas. Dari masyarakat yang cerdas, lahirlah masa depan yang kuat dan bermartabat.
*)Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka