Oleh: Very Awales

(Umat Paroki Roh Kudus Nelle, Keuskupan Maumere)

Perayaan Kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke Surga merupakan salah satu momentum iman yang sangat penting bagi umat Kristiani. Peristiwa ini bukan sekadar perpisahan Yesus dengan para murid-Nya, melainkan sebuah pesan mendalam tentang harapan, tanggung jawab, dan panggilan untuk melanjutkan karya kasih di tengah dunia.

Di tengah situasi dunia saat ini yang penuh ketidakpastian, perang, konflik kemanusiaan, krisis ekonomi, perubahan iklim, kekerasan sosial, hingga lunturnya nilai-nilai kemanusiaan, makna Kenaikan Tuhan Yesus menjadi semakin relevan untuk direnungkan bersama.

Yesus naik ke Surga bukan untuk meninggalkan manusia dalam kesendirian, tetapi untuk mengingatkan bahwa kehidupan manusia harus selalu diarahkan pada nilai-nilai kasih, perdamaian, persaudaraan, dan pengharapan. Sebelum naik ke Surga, Yesus meninggalkan pesan penting kepada para murid agar mereka menjadi saksi kasih dan pembawa damai bagi dunia.

Pesan inilah yang sesungguhnya sedang dibutuhkan dunia hari ini.

Kita menyaksikan bagaimana perkembangan teknologi dan kemajuan zaman tidak selalu berjalan seiring dengan pertumbuhan moral dan kemanusiaan. Dunia semakin modern, tetapi manusia sering kehilangan empati. Informasi semakin cepat tersebar, tetapi hoaks, kebencian, dan fitnah juga semakin mudah berkembang. Banyak orang semakin sibuk mengejar kepentingan pribadi, sementara kepedulian terhadap sesama perlahan memudar.

Peristiwa Kenaikan Tuhan Yesus mengajarkan bahwa manusia tidak boleh hidup hanya untuk dirinya sendiri. Ada tanggung jawab moral dan sosial yang harus dijalankan dalam kehidupan bersama. Dalam konteks masyarakat saat ini, semangat itu dapat diwujudkan melalui sikap saling menghargai, menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan membangun budaya gotong royong.

Sebagai masyarakat Kabupaten Sikka yang dikenal dengan nilai budaya persaudaraan dan toleransi, momentum Kenaikan Tuhan Yesus Kristus hendaknya menjadi pengingat bahwa kedamaian dan persatuan harus terus dirawat bersama. Perbedaan agama, suku, pilihan politik maupun latar belakang sosial tidak boleh menjadi alasan untuk saling membenci.

Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun daerah dan bangsa.

Selain itu, Kenaikan Tuhan Yesus juga mengandung pesan tentang pentingnya menjaga harapan di tengah kesulitan hidup. Dunia saat ini sedang menghadapi tantangan besar, termasuk tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat kecil, meningkatnya pengangguran, hingga keresahan sosial akibat perubahan global yang begitu cepat.

Namun iman mengajarkan bahwa harapan tidak boleh hilang. Harapan adalah kekuatan yang membuat manusia tetap bertahan, bekerja, dan berjuang membangun kehidupan yang lebih baik.

Dalam konteks pembangunan daerah, semangat itu harus diterjemahkan dalam kerja nyata, pelayanan yang tulus, pendidikan yang berkualitas, budaya literasi yang kuat, serta pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter. Sebab kemajuan sebuah daerah bukan hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas moral, pengetahuan, dan kepedulian sosial masyarakatnya.

Karena itu, melalui momentum Kenaikan Tuhan Yesus Kristus, kita diajak untuk tidak hanya memperkuat iman secara pribadi, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai kasih dan kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dunia saat ini membutuhkan lebih banyak orang yang membawa damai daripada kebencian, lebih banyak orang yang menyebarkan harapan daripada ketakutan, dan lebih banyak orang yang bekerja untuk kepentingan bersama daripada kepentingan diri sendiri.

Kenaikan Tuhan Yesus Kristus menjadi pengingat bahwa kehidupan manusia di dunia bukan hanya soal kekuasaan, kekayaan, dan kepentingan sesaat, tetapi tentang bagaimana menghadirkan kasih, kebaikan, dan pengharapan bagi sesama.

Semoga momentum suci ini membawa kedamaian bagi dunia, memperkuat persaudaraan antarumat manusia, dan menumbuhkan semangat untuk terus membangun Kabupaten Sikka yang harmonis, cerdas, dan bermartabat.